Global - Premier TDI: Blok Bangunan yang Diperlukan dalam Industri Poliuretan
Sifat Fisik dan Kimia
Penampilan dan Bau: TDI biasanya muncul sebagai cairan transparan tanpa warna atau sedikit kekuningan, dan sangat mudah terbakar. Itu ngeluarin bau yang tajam, kuat, dan khas yang bikin iritasi, yang berfungsi sebagai indikator sensorik penting dari kehadirannya.
Kelarutan dan Reaktivitas: Ini bisa dengan mudah dicampur dengan berbagai pelarut organik seperti etanol (dengan dekomposisi), dietilen glikol monoetil eter, dietil eter, aseton, karbon tetraklorida, benzena, klorobenzena, minyak tanah, dan minyak zaitun. Salah satu sifat kimia yang paling khas adalah reaktivitasnya dengan air, reaksi yang menghasilkan gas karbon dioksida. Selain itu, TDI dapat bereaksi dengan cepat dengan senyawa yang mengandung atom hidrogen aktif, sifat yang dimanfaatkan dalam banyak proses industri.
Konstanta Fisik Utama: TDI punya titik didih sekitar 247°C, yang nentuin suhu di mana transisi dari keadaan cair ke keadaan gas di bawah tekanan atmosfer normal. Titik lelehnya berkisar dari 19.5 sampe 21.5°C, yang nunjukin suhu di bawah mana dia ngademin. Titik kilat TDI adalah 127°C, yang berarti pada suhu ini, dapat menghasilkan uap yang mudah terbakar dengan adanya sumber pengapian. Dengan kepadatan relatif 1.217, itu lebih padat dari air, yang memiliki implikasi untuk penanganan dan pemisahannya dalam konteks industri dan lingkungan.
Area Aplikasi
Produksi Busa Poliuretan: TDI adalah landasan dalam produksi busa poliuretan, yang banyak digunakan di banyak industri. Di sektor furnitur, busa poliuretan lembut yang dibuat dengan TDI adalah bahan pilihan untuk membuat bantal yang nyaman dan mendukung di sofa, kursi berlengan, dan kasur. Di industri otomotif, busa-busa ini dipake di kursi mobil, yang ngasih kenyamanan dan keamanan dengan nyerep guncangan pas lagi nyetir. Selain itu, busa poliuretan berbasis TDI digunakan dalam aplikasi isolasi, seperti di kulkas dan bahan isolasi bangunan, karena sifat isolasi termalnya yang sangat baik.
Lapisan dan Perekat: TDI berperan penting dalam pembentukan lapisan dan perekat berkinerja tinggi. Di industri pelapis, poliuretan berbasis TDI dipake buat bikin pelapis yang tahan lama, tahan gores, dan tahan kimia buat berbagai substrat, termasuk logam, plastik, dan kayu. Lapisan ini dipake di akhir otomotif, lapisan lantai, dan lapisan peralatan industri. Di pasar perekat, perekat yang mengandung TDI dihargai karena kemampuan ikatan yang kuat. Mereka dipake di perakitan furnitur, ikatan komponen otomotif, dan di industri konstruksi buat nyatuin berbagai bahan bangunan.
Pembuatan Elastomer: TDI dipake buat ngehasilin elastomer poliuretan, yang menggabungkan sifat karet dan plastik. Elastomer ini nemuin aplikasi di banyak bidang, seperti dalam produksi sol sepatu, di mana mereka memberikan fleksibilitas, daya tahan, dan penyerapan guncangan yang sangat baik. Mereka juga digunakan dalam pembuatan segel dan paking industri, di mana ketahanan mereka terhadap bahan kimia, abrasi, dan suhu tinggi membuat mereka cocok untuk digunakan di lingkungan yang keras.
Cara Persiapan
Rute Fosgenasi Tradisional
2,4 - Rute Amino Toluene: Prosesnya dimulai dengan mencairkan 2,4 - amino toluene dan melarutkannya dalam klorobenzena. Larutan ini kemudian bereaksi dengan fosgen dalam proses dua langkah. Pertama, reaksi suhu rendah terjadi dalam kisaran suhu 35 - 45°C. Setelah itu, reaksi suhu tinggi terjadi pada suhu di bawah 130°C. Setelah reaksi selesai, gas nitrogen dimasukin buat ngusir hidrogen klorida yang belom bereaksi dan kelebihan fosgen. Klorobenzena kemudian disuling, dan langkah terakhir melibatkan penyulingan vakum untuk mendapatkan TDI murni.
Rute Nitro Toluene: Di metode ini, nitro toluene pertama-tama dinitrasi dan kemudian direduksi untuk mendapatkan 2,4 - diaminotoluene. Perantara ini kemudian difosgenasi, di mana ia bereaksi dengan fosgen untuk membentuk TDI. Campuran reaksi kemudian diproses untuk memisahkan dan memurnikan produk TDI.
Metode Alternatif yang Muncul
Rute Non-Fosgen: Dalam beberapa tahun terakhir, ada fokus yang berkembang dalam mengembangkan metode non-fosgen untuk menghasilkan TDI dalam upaya untuk mengurangi dampak lingkungan yang terkait dengan penggunaan fosgen. Misalnye, beberapa penelitian lagi ngejelajahin penggunaan reagen alternatif dan kondisi reaksi buat bikin TDI tanpa perlu fosgen. Namun, metode-metode ini masih dalam tahap pengembangan dan belum mencapai adopsi komersial yang luas.
Pencegahan
Bahaya Kesehatan: Uap TDI menimbulkan resiko signifikan bagi kesehatan manusia. Ini sangat mengiritasi mata, kulit, dan saluran pernapasan. Paparan yang berkepanjangan atau berulang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang parah, termasuk masalah pernapasan seperti bronkitis, gejala seperti asma, dan dalam beberapa kasus, bahkan kondisi yang lebih serius seperti bronkiektasis dan penyakit jantung paru. Misalnye, tikus yang terpapar konsentrasi di kisaran (0.5 - 1)×10−6 selama 6 jam sehari, selama 5 - 10 hari, telah terbukti menyerah pada efek beracun. Pada manusia, menghirup konsentrasi serendah 0.0005mg/L dapat memicu batuk parah dan sesak napas.
Resiko Kebakaran dan Ledakan: TDI adalah cairan yang mudah terbakar, dan uapnya dapat membentuk campuran meledak dengan udara. Pas kena api terbuka, percikan api, atau panas tinggi, ada resiko pembakaran dan ledakan yang signifikan. Oleh karena itu, prosedur penyimpanan dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah bahaya tersebut.
Penyimpanan dan Penanganan: TDI harus disimpan di gudang yang sejuk dan berventilasi baik yang jauh dari sinar matahari langsung, sumber panas, dan sumber pengapian. Wadah penyimpanan harus ditutup rapat untuk mencegah kebocoran uap. Mengingat reaktivitasnya dengan air dan zat lain, itu harus disimpan terpisah dari bahan yang berpotensi bereaksi dengannya, seperti bahan pengoksidasi. Selama penanganan, peralatan pelindung diri yang tepat, termasuk sarung tangan tahan kimia, kacamata pengaman, dan pelindung pernapasan, harus dipakai untuk meminimalkan risiko paparan.
Spesifikasi
| Nama Produk | Toluene Diisocianate | |||||||||
| Rumus Kimia | C9H6N2O2 | |||||||||
| Berat Molekul | 174.16 g/mol | |||||||||
| Tampilan | Cairan transparan tanpa warna sampe kuning muda | |||||||||
| Titik Leleh | 19.5–21.5°C | |||||||||
| Titik Didih | 247°C | |||||||||
| Kepadetan | 1.22 g/cm3 | |||||||||
| CAS NO | 584-84-9 | |||||||||
| Kode HS | 29291010 | |||||||||
| EINECS NO | 209-544-5 | |||||||||
| Pemakean | Dipake buat busa poliuretan, elastomer, pelapis, perekat. | |||||||||
Lembar Kontrol Kualitas
| Nama Produk | Toluene Diisocianate | ||||||
| PARAMETER | STANDAR | Hasil Tes | |||||
| Kandungan Toluene Diisocianate%≧ | 99.5 | 99.96 | |||||
| Rasio Isomer(2,4/2,6) | 80.0/20.0±1 | 79.4/20.6 | |||||
| Hidrolisis klorin% ≤ | 0.01 | 0.0032 | |||||
| Keasaman (sebagai HCL)% ≤ | 0.004 | 0.0005 | |||||
| Chroma(Hazen) ≤ | 25 | 10 | |||||








